PERTEMUAN UNSUR TRIPIKA KEC. MARISO, DENGAN MELIBATKAN PARA KETUA RT/RW, TOKOH MASYARAKAT, TOKOH AGAMA DAN TOKOH PEMUDA

oleh -34 views

Makassar – Menyikapi maraknya kejadian perkelahian kelompok, geng – geng motor dan semacamnya, pada Kamis (12/5/2022) pagi Kapolsek Mariso AKP. Rizkiana SH., MM menggandeng sejumlah Tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Mariso untuk duduk bersama membahas terkait masalah tersebut diatas.

Mengambil tempat di Ruang kerja Kapolsek Mariso, turut hadir Camat Mariso Juliaman, S.Sos, Danramil Mariso Mayor Inf Yulius, S. Sos, Para Kanit Satfung Polsek Mariso, Para Lurah, RT/RW, para Tokoh Pemuda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Mengawali kegiatan Kapolsek Mariso menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh peserta yang hadir sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, dan semoga tidak ada lagi perang-perang kelompok, tawuran yang membuat kita semua prihatin dan sedih.

Lanjut Kapolsek mengatakan,” Kami di polsek telah bekerja semaksimal mungkin untuk memalisir kejadian perang kelompok tersebut, oleh karena itu kami meminta dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, peran serta dari Lurah , RT/RW untuk memberikan masukannya sehingga kami lebih maksimal lagi”, tuturnya.

“Juga, baiknya kita membuat posko untuk bisa bergerak cepat jikalau adanya kegitan perpok anggota cepat merespon dan cepat menyebar. Anggota Opsnal dari kami setiap malam melakukan penyisiran di lorong-lorong dan tempat-tempat yang di anggap rawan” Ucap Kapolsek.

Adapun pernyataan Camat Mariso Juliaman, S.Sos menyatakan terimakasih atas kesempatan yang baik ini. Pada intinya dengan adanya pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Lurah se-Kecamatan mariso ini baiknya Kita mulai lagi melakukan pendekatan kepada pemuda/i, anak-anak di mariso.

“Dengan Adanya Program Walikota JAGA ANAKTA, dengan maksud Untuk memberikan edukasi dan pendekatan rohani dan diharap untuk orang tua anak-anak tersebut memberikan nasehat karena sudah 50% apa yang di sampaikan oleh orangtuanya pasti di dengar.

Untuk pak lurah juga kan di setiap lurah ada pos untuk bisa mencakup semua kegiatan yang ada di wilayah mariso untuk kedepan ini posko dijadikan posko induk imformasi untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di wilayah masing dan RT/RW lebih aktif lagi turun kebawah.

Setelah kegiatan ini lakukan pendekatan kepada orang tua juga untuk bisa menegur keras anak-anaknya yang masih keluyuran/berkeliaran sampai subuh/tengah malam. Nanti disitu melakukan peredaman melakukan pendekatan persuasif dan memberikan perhatian lebih kepada mereka. Dan diharap adanya perubahan sedikit dengan sedikit secara bertahap”, terang Camat.

Mewakili tokoh masyarakat, Sdr Isman Sese yang juga selaku Ketua RW.05 Kelurahan Bontorannu menyampaikan, ” Kalau bisa saya memberikan masukan Kepada Ibu Kapolsek bahwa perlunya anggota polisi melakukan Patroli didaerah yang rawan terjadi perpok untuk mencegah dan mengurai anak-anak pemuda yang melakukan perkumpulan di lorong-lorong. Dan juga baru Kapolsek Hari ini terjadi pertemuan seperti ini”, Ujarnya.

Tokoh masyarakat Heri Dg.Ngemba yang juga Ketua LPM Kel.Bontorannu, menyampaikan “Kita perlu waspada karna mereka tidak ada takutnya.
Saya memberi masukan kepada Kapolsek, Danramil, Bapak Camat memberikan efek jera kepada mereka dan lebih rutin melakukan patroli dan operasi untuk memberikan efek jera. Jikalau tidak di berikan efek jera pasti keesokan harinya dan terus terulang kejadian yang seperti ini. Dan Untuk orang tua anak-anak tersebut lebih memperhatikan lagi anaknya untuk tidak keluyuran sampai tengah malam.

Serma Hasram selaku Babinsa Kel. Tamarunang mengungkapkan, “Kami sebagai babinsa, binmas, anggota berpakaian preman sudah melaksanakan tugas semaksimal mungkin, tetapi Anak-Anak pemuda ini telah mempelajari kami anggota, kalau kami berpatroli dia sembunyi tetapi kalau sudah jauh dia kembali kumpul-kumpul dan orang tuanya ini biasanya memihak kepada anaknya.

A. Ucok Chaerul Faizal selaku Ketua Ucok Community juga mewakili Tokoh Pemuda yang ada di Kecamatan Mariso berpendapat, “Karna adanya perang kelompok anak-anak sekarang beda mental dengan anak-anak dulu. Anak-anak sekarang dan juga sering melakukan obat-obat jadi kalau di berikan masukan susah untuk di cerna oleh dirinya.

“Masukan saya perlunya membuat grup yang berisikan oleh Kapolsek, Danramil, tokoh-tokoh agama sehingga jika ada kejadian menonjol cepat termonitor. Dan juga dilakukan patroli rutin jikalau telah di dapat untuk di berikan efek jera yang serius. Dan juga ibu kapolsek saya memberikan masukan untuk melakukan patroli ke Apotek-apotek untuk minimalisir anak-anak kita membeli obat obat terlarang”, harap sdr. Ucok.

Danramil Mariso Mayor Inf Yulius, S. Sos, menuturkan, “Menurut laporan dan dliat sesuai kenyataan bahwa anak kecil di bawah umur sudah biasa membawa busur dan orang tuanya juga jikalau di tegur kadang kala dia lebih duluan marah.

“Beberapa hari yang lalu anak buah saya menangkap anak anak pemuda yang membawa busur. Tokoh -tokoh pemuda, RT/RW pernah mengatakan karna seringnya terjadi provokasi, memanas-manasi dari pemuda satu kepemuda lain lewat sosmed.

Kalau perlu di ekspos aja ke media, Kalau bisa di cebur kekolam aja atau di sel aja. Momentum yang baik ini sehingga bisa memberikan motifasi untuk anak-anak kita kedepannya untuk menghindari konflik-konflik.

Kami memberikan masukan agar pihak mengidentifikasi titik-titik kumpul lalu operasi gabungan Koramil, Satpol-Pp Kecamatan,” ucap Danramil.

Sudirman S.Sos. MM selaku Lurah Kunjungmae menyarankan,”Banyak kita dapatkan pelaku karna banyak di bawah umur. Kalau bisa Kita buat aturan membuat pernyataan bahwa jikalau dibawah umur ,orang tuanya bisa menggantikan anaknya untuk di proses lebih lanjut dan tidak segan-segan memberikan efek jera,” tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Mariso Iptu Samsul Bakri Tompo menerangkan, “Terkait banyaknya pernyataan anak dbawah umur, anak dibawah umur juga bisa di proses tetapi biasanya telah di amankan korbannya lagi yang tidak ada”, ujarnya.

“Hukum tidak pandang bulu semua bisa di proses. Untuk di harapkan peran serta orang tua untuk bisa mengawasi anak-anaknya.

Satu bulan saya standby di pasar senggol. Pasar senggol paling sering terjadi perang kelompok dan tidak diketahui akar masalahnya apa mungkin hoby atau apa saya tidak tau sampai sekarang. Dikarenakan anak-anak ini tertutup. Disaat telah adanya korban beberapa hari situasi landai-landai. Pengalaman saya jikalau anak-anak tersebut sudah di pengaruhi obat-obatan, lem lem sudah tidak ada takutnya dan bahkan melakukan perlawan kepada petugas”, jelasnya.

Sebelum pertemuan tersebut selesai para peserta melakukan peninjauan terhadap adanya tangkapan sebanyak 7 (tujuh) Orang, yang saat ini diamankan di Rutan Mako Polsek Mariso terkait masalah perkelahian kelompok, lalu dilanjutkan dengan sesi foto di Halaman Mako Polsek Mariso Jl. Dahlia No.16 Makassar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *